jurnal ledalero

Informasi: Acuan Jurnal Ledalero Edisi Desember 2018

ACUAN
Jurnal Ledalero: Wacana Iman dan Kebudayaan Desember 2018, Tema: ESKATOLOGI


Ditujukan
Kepada pembaca dan calon penulis Jurnal Ledalero

Isi
Tema Jurnal Ledalero Edisi Desember 2018 ialah ESKATOLOGI. Para penulis yang hendak mengirimkan artikel ke Jurnal Ledalero hendaknya menyiapkan artikel dengan berpijak pada tema di atas. Acuan tema ini ialah sebagai berikut:

ESKATOLOGI
Acauan Jurnal Ledalero
Vol. 17, No. 2 Desember 2018


Sampai pertengahan abad ke-20 dalam dogmatika Katolik tidak ada suatu traktat “eskatologi”, hanya ada beberapa catatan mengenai “ta eschata”, hal-hal terakhir, kematian dan hidup sesudah kematian, yakni surga, neraka dan api penyucian. Gereja Katolik cukup lama tidak sadar akan aspek pengharapan yang mewarnai seluruh warta Perjanjian Baru.

Melalui pembaruan eksegese yang mulai dalam Gereja-Gereja Protestan sejak abad ke-19 kesadaran akan warna eskatologis dari seluruh warta Yesus dan isi Perjanjian Baru ditemukan dan ditekankan kembali. Orang menjadi sadar, Yesus muncul di depan umum dengan warta: “Kerajaan Allah sudah dekat”. Bersama dengan kesadaran baru itu mulailah suatu diskusi mengenai eskatologi presentis atau futuris. Apakah Yesus mewartakan Kerajaan Allah sebagai kenyataan yang sudah terlaksana dewasa ini, atau yang dijanjikan pada masa depan.

Sebagai hasil dari diskusi ini eksegese dan teologi kristiani menjadi yakin bahwa kita mesti berpikir dan berbicara mengenai suatu eskatologi dalam tegangan antara sudah dan belum. Kerajaan Allah sudah hadir di antara kita dalam bentuk sementara, tetapi kepenuhannya yang sempurna masih harus dinantikan, Allah masih harus mentransformasi seluruh dunia ini, agar bisa menjadi dunia baru, Kerajaan Allah.

Apokaliptika dalam tradisi Yahudi pada zaman Yesus dan juga pelbagai aliran apokaliptis dalam Gereja-Gereja dewasa ini mempunyai pandangan pesimis tentang dunia dan perkembangan dunia. Dunia dan seluruh perkembangan teknis dan budaya dikuasai iblis dan harus ditolak. Manusia harus bertobat dari dunia dan berbalik kepada Allah. Allah sebagai hakim akan menghancurkan dunia lama dan membangun dunia baru bagi umat kecil yang terpilih. Umumnya aliran-aliran macam ini menjadi fundamentalistis dan menolak segala sesuatu di luar kelompok mereka sebagai karya setan.
Eskatologi jauh lebih positif dalam pandangannya tentang dunia. Dunia memang diwarnai oleh dosa, tetapi dosa tidak merusakkan segala sesuatu, masih tetap ada dasar yang baik, yang diletakkan Allah Pencipta dan yang bisa diaktifkan lagi. Sebab itu eskatologi mengharapkan suatu transformasi dunia yang dikerjakan oleh Allah, dalamnya Allah menggunakan dan mempertahankan segala yang baik dan memurnikannya dari pengaruh jahat.

Teolog seperti Jürgen Moltmann dan J.B. Metz berbicara mengenai pengharapan sebagai aspek dan kebajikan sentral dalam iman kristiani. Dalam semangat pengharapan akan perkembangan ke arah yang lebih baik, Gereja dan umat kristiani diajak untuk melibatkan diri dalam perjuangan sosial demi perbaikan situasi dunia, terutama perbaikan situasi dan nasib orang miskin dan tertindas yang menderita di bawah pengaruh negatif dosa. Teologi Pembebasan diwarnai oleh aspek pengharapan dan eskatologi.

Berhubungan dengan budaya tradisional patut direfleksikan perbedaan dasariah antara pandangan Yahudi-Kristen mengenai dunia yang diwarnai oleh eskatologi, di mana masa ideal berada di masa depan, di depan kita dan kita berkembang ke arah itu, dengan pandangan tradisional dalam adat kita. Dalam pandangan tradisional dalam wilayah kita dan pada umumnya di luar tradisi Yahudi-Kristen, masa ideal ada pada awal mula. Dalam pandangan itu waktu tidak membawa perbaikan, hanya bisa merusakkan. Keselamatan bisa dijamin dengan mempertahankan apa yang kita warisi dari nenek moyang kita, mempertahankan adat berarti selamat.

Dalam budaya tradisional kita juga kematian main peran sentral dan mendapat perhatian besar, sebab itu ada baiknya juga, bila ada orang yang merefleksikan dan memikirkan kebiasaan tradisional sekitar kematian, ritus-ritus yang dirayakan secara tradisional dan pandangan yang tersirat dalam upacara itu dalam relasinya dengan eskatologi Kristen.

Dalam filsafat, pengharapan juga main peran penting, misalnya Ernst Bloch dan ada kemungkinan untuk memberikan inspirasi bagi refleksi teologis mengenai eskatologi dan warna eskatologis iman kristiani. Tentu juga filsafat sosial dan setiap perjuangan demi keadilan dalam dunia ini membutuhkan kesadaran akan kenyataan yang ditegaskan oleh iman kristiani bahwa perjuangan sosial mana pun tidak akan berhasil menciptakan Kerajaan Allah. Manusia hanya bisa berusaha sekuat tenaga, tetapi mesti sadar akan kekuatannya yang terbatas, ia tidak akan menghalaukan dosa dan kegelapan dari dunia ini. Langkah terakhir menuju dunia ideal mesti diambil oleh Allah. Ini sangat penting, agar para pejuang jangan frustrasi dan putus asa. Dan merupakan suatu kenyataan bahwa manusia selalu menciptakan neraka di mana ia ingin menciptakan kerajaan Allah, misalnya dalam imperium komunis di Rusia dan Cina yang dalam kenyataan menjadi diktatur, di mana jutaan orang jatuh korban kebengisan orang yang ingin menciptakan masa depan ideal bagi seluruh umat manusia.

Georg Kirchberger

Demikian infomasi yang dapat kami sampaikan. Atas perhatian, kami ucapkan terima kasih.

Ledalero, 27 Maret 2018
Sekretaris/Editor Jurnal Ledalero
Yohanes Orong, S.Fil., M.Pd.